Senin, 12 Januari 2015

TUGAS 5 SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI




NAMA           : DIAH BUDIASIH (22211010)
KELAS          : 4EB05
TUGAS 5 SOFTSKILL ETIKA PROFESI AKUNTANSI
DESKRIPSI MENGHADAPI MEA JIKA KITA MENJADI JOB SEEKER ATAU JOB CREATOR
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Pentingnya perdagangan eksternal terhadap ASEAN dan kebutuhan untuk Komunitas ASEAN secara keseluruhan untuk tetap melihat ke depan, karakteristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) :

  1. Pasar dan basis produksi tunggal
  2. Kawasan ekonomi yang kompetitif
  3. Wilayah pembangunan ekonomi yang merata, dan
  4. Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global 




Karakteristik ini saling berkaitan kuat. Dengan Memasukkan unsur-unsur yang dibutuhkan dari masing-masing karakteristik dan harus memastikan konsistensi dan keterpaduan dari unsur-unsur serta pelaksanaannya yang tepat dan saling mengkoordinasi di antara para pemangku kepentingan yang relevan.

Asean Economic Community atau MEA bukan merupakan hal yang dapat diselesaikan dengan persaingan melainkan dengan kolaborasi. Pemuda cenderung lebih aktif dan kreatif dan inovatif, oleh karena itu akan sangat menguntungkan jika kemampuan dari masing-masing pemuda tersebut dapat dikolaborasikan. Kemampuan mereka dilihat dari aspek intelektualitas, kecerdasan dan penguasaan wawasan keilmuan. Ilmu dan wawasan yang dimiliki selain akan memperluas cakrawala pandangan, juga memberikan bekal teoritis maupun praktis dalam pemecahan masalah. Seorang pemuda akan dapat dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada yang pada masa dahulu pernah ditemui manusia dan dirumuskan dalam berbagai teori pemecahannya. Atau, jika hal yang ada belum pernah ditemui sebelumnya, maka mereka sudah memiliki bekal yang metodologis dan sistematis tentang bagaimana cara menemukan pemecahan masalah-masalah yang ada. Dengan kemampuan pemuda yang seperti itu tidak dapat dipungkiri bahwa modal terbesar indonesia terletak pada generai muda dan keterlibatan pemuda dalam berbagai masalah, khususnya ekonomi.
Mahasiswa sebagai penerus generasi merupakan ladang utama orang-orang yang mempunyai daya kreatif tinggi. Mahasiswa yang berilmu pengetahuan luas, menyukai hal-hal baru, bersemangat juang tinggi, berpikiran kritis, dan berkepedulian sosial tinggi, merupakan agen yang mampu mengembangkan perekonomian Indonesia dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Mahasiswa yang telah berani berwirausaha membuktikan bahwa usaha yang dilakukan mereka dapat membuahkan hasil yang manis karena selain menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, menambah pengalaman diri sendiri, juga dapat memotivasi mahasiswa lain untuk melakukan hal yang serupa.
Mahasiswa sebagai pemikir bangsa berperan untuk memberikan solusi bagi kedaulatan bangsa dan negara  di bidang ekonomi. Mahasiswa sebagai elemen bangsa dengan potensi pemikirannya besar sekali peran dan fungsinya, misalnya dengan mengadakan penelitian-penelitian, membuat karya tulis di berbagai media, atau seminar-seminar dalam rangka mencari solusi bagi bangsa dan negara untuk menuju bangsa yang berdaulat di bidang ekonomi.
Selain itu mahasiswa juga dapat berperan aktif sebagai wirausaha muda yang memiliki daya pikir kreatif, inovatif dan kritis sehingga akan mampu bersaing dengan mahasiswa dari negara ASEAN lain.
Untuk memasuki masyarakat ekonomi ASEAN 2015 saya akan mempersiapkan diri untuk menjadi job seeker terlebih dahulu. Alasan utama saya untuk menjadi job seeker adalah saya seorang mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Indonesia yang belum mempunyai pengalaman bekerja (fresh graduate), oleh karena itu saya ingin mencari pengalaman bekerja dari beberapa perusahaan di Indonesia, selain itu saya juga ingin menambah ilmu dan menggali potensi yang saya miliki yang telah dipakai di bangku kuliah.
Dalam memasuki masyarakat ekonomi ASEAN 2015 ini memang bukan hal yang mudah. Oleh karena itu dengan menggunakan modal yang cukup ilmu saja tidak cukup, tetapi dibutuhkan mental yang kuat dalam menghadapi persaingan ini. Dan untuk diri saya sendiri mental yang kuat ini akan saya persiapkan dengan sangat matang agar saya lebih siap dan dapat bersaing bersama-sama  di masyarakat ekonomi ASEAN 2015 ini.
Langkah berikutnya yang akan saya lakukan untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN 2015 adalah untuk menjadi job creator. Job creator ini adalah salah satu cita-cita saya, karena dengan menjadi job creator ini saya bisa langsung mempraktekan dan memberikan ilmu yang saya miliki dilapangan. selain itu, saya juga ingin menciptakan lapangan pekerjaan baru agar mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Namun, untuk menjadi job creator harus mempersiapkan beberapa hal dan melakukan beberapa upaya. Hal-hal dan upaya untuk menjadi job creator ini bisa saya dapatkan selama saya menjadi job seeker. Salah satunya adalah modal yang saya dapatkan untuk membuka suatu peluang usaha atau lapangan pekerjaan ini merupakan hasil jerih payah saya selama menjadi job seeker.
Di samping itu dengan berwirausaha akan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan akan menanamkan pada setiap pribadi untuk menjadi job creator bukan job seeker sehingga saya mampu menciptakan produk-produk baru yang inovatif dan mempunyai daya guna tinggi bagi masyarakat luas. Saya berharap langkah-langkah yang saya lakukan ini dapat berjalan sesuai dengan rencana agar saya mampu bersaing menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN pada 2015 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar